KINERJA

Hutan Kera Nepa Jadi Destinasi Wisata Favorit Ditengah Pandemi Covid-19

66
×

Hutan Kera Nepa Jadi Destinasi Wisata Favorit Ditengah Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini
Obyek wisata kera nepa yang selalu ramai dikunjungi wisatawan

PETAJATIM.co, Sampang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang berupaya mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Salah satunya dengan menutup semua destinasi wisata yang ada. Tetapi kebijakan tersebut sepertinya tidak berlaku untuk wisata Hutan Kera Nepa di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates.

Buktinya, memasuki hari ketiga (H+3) Hari Raya Idul Fitri tahun ini wisata alam yang dihuni ribuan kera liar itu justru ramai dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun luar daerah, Rabu (27/5).

Pantauan Petajatim.com. pengunjung nampak berdatangan ke lokasi wisata tersebut sejak pagi hari. Ironisnya, seruan pemerintah untuk memakai masker saat di luar rumah apalagi berada di tengah kerumunan massa, tidak di indahkan oleh para wisatawan tersebut. Bahkan petugas setempat juga tidak menyediakan fasilitas tempat untuk mencuci tangan serta tidak ada pengecekan suhu tubuh bagi para pengunjung, sehingga rentan terjadinya penularan wabah virus corona.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Ibni Abdi Rahman mengaku lembaganya sudah mengeluarkan surat imbauan kepada semua pengelola wisata yang ada agar tidak beroperasi atau membuka pelayanan selama masa pandemi Corona.

“Surat imbauan itu dikirim melalui Camat dan Kepala Desa (Kades) setempat. Bukan hanya Hutan Kera Nepa saja yang ditutup, tapi Pantai Camplong, Air Terjun Toroan dan Pantai Lon Malang di Kecamatan Sokobanah juga ditutup,” katanya.

Pihaknya meminta kepada semua pengelola wisata agar mematuhi dan menjalankan imbauan yang dikeluarkan. Tujuannya agar penyebaran virus Corona di Kota Bahari bisa dicegah dan diminimalisir.

“Meskipun tidak ada sanksi bagi pihak pengelola wisata. Tapi cobalah dipikirkan seperti apa dampak yang bisa ditimbulkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Batioh Moh. Su’ud Ali mengatakan, sejak pandemi covid-19 pihaknya sudah memberikan imbauan dan meminta kepada pengelola wisata Hutan Kera Nepa agar tidak membuka pelayanan bagi pengunjung yang ingin berlibur. Tapi imbauan tersebut tidak diindahkan.

“Pihak pengelola beralasan karena tempat wisata yang lain seperti Pantai Lon Malang itu masih dibuka. Tapi sekarang lokasi wisata sudah sudah ditutup oleh aparat,” kilahnya. (nal/her)