KINERJA

Inovasi Pemkab Sampang Dalam Upaya Mengentas Kemiskinan Dengan Program SSR

163
×

Inovasi Pemkab Sampang Dalam Upaya Mengentas Kemiskinan Dengan Program SSR

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan.

PETAJATIM.co, Sampang – Dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Sampang segala upaya dilakukan oleh Pemkab Sampang. -Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, akan meluncurkan program Sampang Smart Room (SSR).

Pada prinsipnya perencanaan yg baik berawal dari data yang valid sehingga pelaksanaan kebijakan tepat sasaran. Maka dapat  dibayangkan kalau data sudah  salah maka tentu kebijakannyapun akan tidak tepat sasaran pula, ujar Yuliawan Setiadi, Sekda Sampang.

Upaya tersebut dilakukan sebagai upaya meminimalisir angka kemiskinan,stunting  dengan cara menselaraskan data masyarakat miskin di Kabupaten Sampang.

SSR  akan dibentuk dibawah naungan pengendalian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sampang. Yang nantinya terdapat karyawan yang bekerja seperti petugas administrasi dan operatornya.

“Untuk beroprasinya SSR pada tahun 2021 karena kantornya ditargetkan akan selesai awal tahun 2021,” ujarnya.Sabtu 29/8/2020.

Lanjut Yuliadi , dalam terealisasinya SSR nantinya para pemerintah desa di Sampang diharapkan lebih proaktif untuk melakukan pendataan kepada semua warga di wilayahnya masing-masing.

Sebab, dari hasik selama monitoring kepemimpinan Bupati Sampang, Slamet Junaidi terdapat sejumlah masyarakat miskin yang tidak terdata oleh pemerintah desa.

“Dengan adanya  jaringan internet yang telah tersedia di setiap desa dapat digunakan untuk mengupdate , sebab, kondisi kemiskinan dapat berubah setelah masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya,”jelasnya.

Disamping itu SSR diluncurkan untuk meminimalisir adanya kerancuan data, jadi tidak hanya soal kemiskinan melainkan, data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sampang akan menjadi satu pintu, sebab untuk mengentaskan kemiskinan maupun IPM tidak terlepas dari keakuratan data.

DiharapkanĀ  adanya SSR data kemiskinan maupun IPM dapat selaras. “Apabila data dari bawah salah maka ke atas dan seterusnya data itu akan salah,” tukasnya. (tricahyo/her)