DESA

Ketua AKD Sampang Imbau Semua Kades Bentuk Relawan Pencegahan Covid-19

43
×

Ketua AKD Sampang Imbau Semua Kades Bentuk Relawan Pencegahan Covid-19

Sebarkan artikel ini
Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sampang, Akhmad Muhtadin.

petajatim.co, Sampang – Menyikapi makin tingginya migrasi warga perantauan yang ditinggal di perkotaan pulang kampung, karena panik dengan penyebaran wabah corona virus deases (Covid-19). Sehingga membuat kekhawatiran sejumlah masyarakat yang tinggal di daerah, mengingat virus tersebut dapat menjangkiti mereka.

Menyikapi situasi tersebut, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sampang H Ahmad Mohtadin menyatakan, bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Sampang, H Slamet Junaidi dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam membicarakan lonjakan migrasi warga yang pulang ke desanya.

Untuk itu Akhmad Muhtadin mengimbau kepada semua Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sampang agar membentuk Satgas relawan Covid – 19 dj desanya masing-masing, dalam upaya pencegahan dan penyebaran Covid – 19 tersebut. Terutama dengan pulangnya warga perantau ke desanya, maka perlu dilakukan langkah-langkah preventif dengan memeriksakan kesehatan warga yang baru datang itu.

“Imbauan pembentukan Satgas setiap desa dengan melibatkan aparat perangkat desa, bidan desa dan masyarakat setempat itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Bupati Sampang dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid – 19,” jelas Ahkmad Muhtadin, Sabtu (28/3/2020).

Sedangkan dalam pengelolaan anggaran kegiatan pencegahan dan penanganan virus corona tersebut, ia menjelaskan sesuai perintah Presiden Indonesia Ir Joko Widodo dan Kementerian Desa (Kemendes) bahwa anggara Dana Desa (DD) akan digunakan untuk penanganan pencegahan dan penyebaran Covid – 19.

Untuk itu semua Kades diwajibkan membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Perubahan, supaya dana itu dapat digunakan secepatnya dalam kondisi darurat seperti saat ini.

“Dana APBDes Perubahan yang akan digunakan untuk kegiatan penanganan wabah corona tersebut, rencananya antara lain dibelanjakan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APB), masker, alat semprot dan pembelian cairan disinfektan,” terangnya.

Sejauh ini lanjut dia, pihaknya masih belum mempunyai rincian secara detail alokasi dana yang dianggarkan, karena belum tahu tentang petunjuk teknis (juknis). Sehingga hanya menggunakan hitungan kasar yakni dianggarkan berkisar Rp 15 juta hingga Rp 25 juta.

Kades Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung itu menambahkan, ia sendiri telah melaksanakan SE Bupati Sampang dengan berbagai langkah, seperti mengumumkan di Masjid, musholla dan fasilitas umum tentang sosialisasi pencegahan penyebaran Covid – 19.

“Jadi kita telah melakukan diteksi dini dengan memantau warga pendatang yang masuk ke desa atau datang dari kota maupun sebagai TKI. Maka kita membentuk satgas yang akan memeriksa kesehatan mereka terlebih dahulu apakah positif corona atau tidak, sebelum menemui keluarganya, serta melakukan penyemprotan disinfektan dilingkungan desa,” tukasnya. (tricahyo/her)