KINERJA

Kualitas Proyek Rabat Beton Jalan Baruh-Madupat Sampang Meragukan

272
×

Kualitas Proyek Rabat Beton Jalan Baruh-Madupat Sampang Meragukan

Sebarkan artikel ini
Pengendara melintas di proyek rabat beton jalan Baruh-Madupat Sampang.

PETAJATIM.co, Sampang – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sampang masih berlangsung. Salah satunya, yaitu proyek peningkatan struktur jalan Baruh – Madupat.

Proyek ini dikerjakan CV. Elang Putih dengan nilai kontrak Rp 1.968.865.022. Akan tetapi, pengerjaan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang itu menuai keraguan dari warga setempat, terutama masalah kualitas dan teknik pengecoran serta proses pemasangan besi wiremesh.

Proses pengecoran jalan tersebut dinilai kurang maksimal karena saat ini sudah terlihat sejumlah keretakan pada rabat beton. Begitu juga dengan pemasangan besi wiremesh yang tidak disambung melainkan hanya ditumpangkan begitu saja.

“Ya kemuningkinan pihak pelaksana tidak mempunyai keahlian dalam proyek rabat beton. Atau bisa juga kualitas ready mixnya kurang,” ujar warga yang namanya enggan disebutkan dalam berita, Selasa (24/08/2021).

Proses pemasangan besi wiremesh pada pengerjaan proyek peningkatan struktur jalan Baruh-Madupat.

Pria 49 tahun itu kemudian menunjukkan foto proyek ketika proses pemasangan besi. Dikatakannya, warga senang jalan yang dulunya rusak itu diperbaiki. Sebab, jalan ini menjadi akses utama warga untuk pergi ke sekolah, pasar, dan rumah sakit.

Setiap hari, banyak mobil pribadi dan dum truk bermuatan sirtu melintas di jalan tersebut, sehingga dibutuhkan struktur jalan yang kuat. Apalagi kontur tanah di lokasi labil dan bergerak.

Menurutnya, setiap masyarakat tentu berharap infrastruktur jalan yang dibangun pemerintah memiliki mutu dan kualitas yang baik serta dapat bertahan sampai puluhan tahun. Pelaksanaan proyek harus diawasi dan dicek betul-betul. Tujuannya, agar mutu dan kualitas proyek terjaga dan sesuai dengan spek atau Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Pelaksana harus lebih mengutamakan kualitas. Bolehlah mengambil untung, tetapi untuk kualitas harus dijaga dan diutamakan, jangan rakus,” pintanya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Sampang, Hasan Mustofa mengklaim pengerjaan proyek peningkatan struktur jalan Baruh-Madupat sudah sesuai ketentuan dan spesifikasi. Volume pengerjaan kurang lebih 630 meter.

Dikatakan, cor ready mix yang digunakan kualitas K-300. Masalah ada yang retak atau pecahan itu biasa. Apalagi saat ini proyek itu masih dalam tahap pengerjaan, sehingga bisa langsung dilem atau diperbaiki.

“Untuk pemasangan besi wiremesh pada pengerjaan proyek rabat beton memang tidak harus disambung. Cukup ditumpangkan diatasnya itu sudah tidak ada masalah,” ujar Hasan.

Penulis : Zainal Abidin
Editor : Heru