HUKUM DAN PEMERINTAHAN

Merasa Marwah Dewan Dilecehkan, Aulia Rahman Walk Out Dari Ruangan Audensi ADK

65
×

Merasa Marwah Dewan Dilecehkan, Aulia Rahman Walk Out Dari Ruangan Audensi ADK

Sebarkan artikel ini
Aulia Rahman, Sekretaris Komisi I Saat Audensi dengan LSM terkait program ADK 2019

petajatim.co, Sampang – Sekretaris Komisi I DPRD Sampang, Aulia Rahman walk out saat digelar audiensi antara Komisi I dengan LSM dan Camat serta sejumlah Lurah terkait pelaksanaan program Alokasi Dana Kelurahan (ADK) 2019 yang menuai kontroversi dikalangan masyarakat.

Aulia Rahman ketika di konfirmasi via telepon seluler menyampaikan, bahwa dia merasa kecewa dengan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang yang tidak transparan dalam menyikapi persoalan ADK. Terlebih lagi disaat audensi ADK, rifai dari LSM Lasbandra memaki-maki secara halus anggota Komisi I, sehingga dia merasa malu dimana marwah legislatif yang memperjuangkan kepentingan rakyat dimata publik.

“Saya keluar dari ruangan itu karena kecewa dengan Camat, Lurah dan Inspektorat karena tidak transparan dan terbuka terhadap masyarakat. Padahal kita anggota dewan maupun LSM merupakan bagian dari masyarakat tapi malah tidak dihargai oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, ” kecam Aulia, Kamis (30/1/2020).

Dia menilai Camat dan Lurah tidak kooperatif terkait upaya legislatif untuk meminta data program ADK. Padahal sebelumnnya Komisi I meminta Ketua DPRD untuk mengundang Camat maupun Lurah dengan membawa data maupun kontrak untuk membahas persoalan ADK, tetapi tidak pernah digubris sama sekali.

“Padahal Legislatif mempunyai tugas kontroling, monitoring dan budgeting, namun baru kali ini dalam sejarah pemerintahan semenjak saya duduk sebagai anggota dewan selama tiga periode, marwah anggota dewan tidak dihargai sama sekali oleh Eksekutif. Buktinya kita minta data dan RAB pada Camat sebagai Penguna Anggaran (PA) dan Lurah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak dikasih,” tukas legislator dari Partai Demokrat itu.

Ditegaskannya, pihaknya tidak mempunyai kepentingan politik apapun. Namun murni untuk kepentingan rakyat, karena banyaknya laporan dari masyarakat terkait dengan permasalahan program ADK yang terjadi dilapangan.

“Saya merasa sendirian memperjuangkan nasib rakyat ini, selama ini saya kurang dukungan dari rekan-rekan legislatif. Sehingga ketika saya berbicara kebenaran malah jadi salah, lalu siapa yang akan mengimbang sesuatu yang tidak benar tersebut, jika wakil rakyatnya tidak berjuang untuk kepentingan rakyatnya,” pungkasnya. (tricahyo/her)