KINERJA

Proyek Pemeliharaan Jalan Provinsi Sampang Ketapang Dibiarkan Mangkrak

50
×

Proyek Pemeliharaan Jalan Provinsi Sampang Ketapang Dibiarkan Mangkrak

Sebarkan artikel ini
Kondisi ruas jalan Provinsi Sampang Ketapang masih belum dilakukan pengaspalan.

petajatim.co, Sampang – Proyek pemeliharaan jalan Provinsi Sampang Ketapang, tepatnya di lokasi Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal terkesan dibiarkan mangkrak. Pasalnya ruas jalan tersebut hingga kini masih belum dilakukan pengaspalan jalan, sehingga banyak dikeluhkan pengendara yang melintas.

Pantauan petajatim.co, dilapangan perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 20 meter yang dikerjakan secara swakelola oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Jimur itu menimbulkan polusi udara lantaran jalan belum diaspal. Selain itu banyaknya batu kerikil di tengah jalan juga dapat membahayakan keselamatan para pengendara saat melintas di lokasi.

Mohammad Suhrol (28), seorang pengendara motor yang melintas di lokasi proyek menuturkan, kondisi jalan itu sebelumnya rusak parah dan bergelombang. Namun Pemprov Jatim kemudian melakukan perbaikan kerusakan jalan tersebut.

Perbaikan jalan itu sudah lama dikerjakan. Akan tetapi sampai saat ini tak kunjung selesai. “Sudah lebih dari dua Minggu jalan ini belum juga diaspal,” tuturnya kepada Petajatim, Selasa (25/2/2020).

Pria asal Kecamatan Robatal itu berharap agar Pemprov Jatim bisa segera menyelesaikan perbaikan jalan tersebut. Mengingat jalan itu merupakan akses utama diwilayah pantura yang selalu ramai dilewati pengedara.

“Lebih cepat pengaspalan dilakukan, itu lebih baik. Apalagi sekarang sudah musim hujan sehingga jalanan menjadi licin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pembantu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim di Sampang, Mohammad Haris saat dikonfirmasi mengatakan, program perbaikan jalan Provinsi di lokasi tersebut dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan petunjuk teknis (juknis) yang ada.

Pengaspalan jalan di lokasi itu belum dilakukan karena masih dalam tahap Open traffic pasca pemasangan agregat. Hal itu bertujuan untuk melihat ketahanan struktur jalan terutama saat dilewati kendaraan besar atau bermuatan berat, pihaknya juga mengaku masih menunggu ketersediaan aspal dingin.

“Jadi bukan mangkrak tetapi jika jalan itu langsung diaspal maka dikhawatirkan akan rusak lagi. Kalau aspal dingin sudah ada, tentu langsung kami kerjakan,” tukas Haris. (nal/her)