DAERAHHUKUMKRIMINAL

RS Nindhita Sampang Angkat Bicara soal Hilangnya iPhone 14 Pro Max Milik Keluarga Pasien

137
×

RS Nindhita Sampang Angkat Bicara soal Hilangnya iPhone 14 Pro Max Milik Keluarga Pasien

Sebarkan artikel ini
Warga berada di RS Nindhita di Jalan Syamsul Arifin, Sampang, Madura Jawa Timur.

PETAJATIM.CO || Sampang – Kelapa TU Rumah Sakit (RS) Nindhita Sampang angkat bicara soal hilangnya HP iPhone 14 Pro Max milik keluarga pasien rawat inap di kamar nanas lantai dua yang terjadi pada Kamis 21 Maret 2024. Menurutnya, kejadian tersebut adalah yang pertama kali.

 

“Sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti itu,” kata Kelapa TU RS Nindhita Sampang, Endang pada Petajatim.co Rabu (27/3/2024).

 

Endang mengklaim, sistem keamanan di RS Nindhita sudah sesuai prosedur. Setiap hari petugas satpam menjaga keamanan di lingkungan rumah sakit dan mengontrol kesemua ruangan. Selain itu di setiap sudut rumah sakit dipasang kamera CCTV.

 

“CCTV yang terpasang ada banyak lebih dari 10 dan di pasang di setiap sudut rumah sakit termasuk di lantai dua. Tapi memang CCTV yang di lantai dua cakupannya tidak sampai ke kamar pasien,” ujarnya.

 

Ditanya bagaimana bentuk tanggung jawab pihak RS Nindhita terhadap korban. Endang tidak bisa memberikan jawaban.

 

“Kalau soal itu tanya ke bagian Humas,” ucapnya.

 

Sementara, Humas RS Nindhita Sampang, Zaini belum bisa dimintai keterangan terkait persoalan tersebut. Saat didatangi ke rumah sakit Minggu (24/3/2024) yang bersangkutan tidak masuk karena sakit. Coba dihubungi melalui sambungan telepon seluler juga tidak direspon.

 

Pada Rabu (27/3/2024) media ini kembali mencoba menghubungi Humas RS Nindhita itu untuk konfirmasi. Tapi lagi-lagi tidak direspon.

 

Terpisah, Siti Romlah, warga desa Taddan kecamatan Camplong korban pencurian HP di RS Nindhita menuturkan bahwa sampai saat ini belum ada kabar atau informasi dari pihak rumah sakit.

 

Sejak kejadian itu dr Turah selaku direktur RS Nindhita sulit dihubungi. Sehingga dirinya berniat melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

 

“Setiap ditelpon nggak pernah diangkat, padahal sebelum-sebelumnya saya sering komunikasi dengan dr Turah,” tutur Romlah.

 

Reporter : Zainal Abidin