KINERJA

Bupati H Slamet Junaidi Optimis Banjir Tahunan Di Kota Sampang Mampu Diatasi

25
×

Bupati H Slamet Junaidi Optimis Banjir Tahunan Di Kota Sampang Mampu Diatasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat meninjau mesin pompa air untuk penanggulangan banjir di Jalan Teratai, Kecamatan Kota Sampang

petajatim.co, Sampang – Bupati Sampang, H Slamet Junaidi, saat meninjau kondisi rumah mesin pompa air di sepanjang Kali Kemuning, menyatakan pihaknya optimis bahwa musibah banjir tahunan yang kerap melanda Kota Sampang setiap memasuki musim hujan mampu diatasi.

Salah satunya menurut Slamet Junaidi adalah mengoptimalkan fungsi 5 mesin pompa air untuk mengurangi debit air akibat luapan Kali Kemuning. Selain membenahi saluran drainase yang ada di pemukiman penduduk serta saluran primer yang menuju langsung ke Kali Kemuning.

“Kita terus berupaya melakukan pencegahan dan meminimalisir terjadinya bencana banjir yang kerap merendam wilayah kota. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pengoperasian rumah mesin pompa air agar rumah penduduk tidak tergenang banjir,” terangnya disela-sela mengecek kesiapan mesin pompa air untuk antisipasi banjir, Senin (6/1/2020).

Menurutnya, secara keseluruhan semua mesin pompa tersebut bisa digunakan atau dioperasikan untuk menyedot air dari Kali Kamuning agar tidak meluap dan menyebabkan banjir.

Dari hasil pengecekan 5 mesin pompa air diantaranya pompa air di Desa Gunung Maddah (Dag Bukor) Kecamatan Kota, Jalan Bahagia Kelurahan Rongtengah, Jalan Sejahtera Kelurahan Rongtengah, Jalan Delima Kelurahan Gunung Sekar dan Jalan Teratai Kelurahan Dalpenang Sampang. H Idi sapaan akrabnya merasa kecewa dengan ulah orang yang tak bertanggung jawab karena mencuri kabel power sehingga mesin pompa air di Desa Gunung Madah tidak berfungsi.

“Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa timur untuk mengupayakan perbaikan mesin pompa yang rusak tersebut. Agar selama musim hujan dapat dioperasionalkan,” tukasnya.

Pria yang cukup ramah itu mengajak seluruh masyarakat Sampang untuk bersama mengantisipasi terjadinya bencana banjir. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai. Baik sampah plastik maupun rumah tangga.

“Tentu saja masalah banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkab namun semua komponen masyarakat juga harus mempunyai kepedulian dalam menanggulangi bencana banjir tersebut. Karena dampaknya sangat merugikan masyarakat baik secara ekonomi akibat perkantoran, pertokoan dan pasar terendam banjir, terhambatnya kegiatan belajar mengajar karena sekolah tenggelam, maupun kerusakan infrastruktur jalan dan saluran air.

“Jadi harus diciptakan keterlibatan masyarakat untuk saling menjaga lingkungannya agar tidak membuang sampah sembarangan, memperbaiki saluran air yang tersumbat. Artinya pengendalian banjir adalah menjadi tanggungjawab kita bersama sehingga dapat diatasi sedini mungkin,” tandasnya. (nal/her)