PERISTIWA

Kantor BP2JK Surabaya Kembali Digeruduk Massa, Minta Proyek Jalan Nasional Tak Ditender Ulang

209
×

Kantor BP2JK Surabaya Kembali Digeruduk Massa, Minta Proyek Jalan Nasional Tak Ditender Ulang

Sebarkan artikel ini
Puluhan massa dari APPKN dan KMMPP saat berdemonstrasi di depan Kantor BP2JK Jawa Timur.

PETAJATIM.co, Surabaya – Kantor Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/3/2022), kembali digeruduk massa yang kecewa dengan pembatalan pemenang lelang proyek preservasi jalan Tanjungbumi-Pamekasan-Sumenep Madura.

Massa yang terdiri dari puluhan orang itu berasal dari Aliansi Pemuda Anti Korupsi dan Nepotisme (APPKN) dan Koalisi Masyarakat Madura Pro Pembangunan (KMMPP) itu meminta proyek senilai Rp 42 miliar yang dimenangkan PT Amin Jaya Karya Abadi itu tidak ditender ulang.

Dalam beragam poster yang mereka usung, bertuliskan penolakan evaluasi ulang proyek preservasi jalan Tanjungbumi-Pamekasan-Sumenep dan meminta Kepala BP2JK Surabaya Agus Kurniawan mundur dari jabatannya.

“Pokja BP2JK harus tegas, jangan seperti anak kecil yang cuma dikasih permen mau disuruh apa saja,” kata Daming Laisow, salah satu Korlap aksi.

Senada dengan Daming Laisow, Ketua KMMPP Pantor mengatakan, pada 25 Februari 2022, Pokja BP2JK Jawa Timur menetapkan PT Amin Jaya Karya Abadi sebagai pemenang lelang. Namun saat tahapan lelang memasuki penandatanganan kontrak, selalu diundur dan kemudian dibatalkan secara sepihak.

“Kami mencium aroma permainan dalam proses lelang proyek tersebut. Pokja BP2JK Jawa Timur seperti ada main mata untuk memenangkan perusahaan tertentu,” tudingnya.

Menurut dia, keputusan yang diambil oleh Pokja BP2JK Jawa Timur untuk melakukan evaluasi ulang terhadap tender tersebut janggal. Sebab, semua tahapan lelang berjalan sesuai ketentuan. Mulai dari upload dokumen penawaran, pembukaan dokumen penawaran hingga evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga.

“Karena itu kami minta Pokja BP2JK Jawa Timur segera mengesahkan pemenang tender yang sudah ditetapkan sebelumnya yakni PT Amin Jaya Karya Abadi, jangan masih dievaluasi apalagi sampai ditender ulang,” ucapnya.

Hampir setengah jam melakukan orasi, akhirnya perwakilan BP2JK Jawa Timur Indra Sulistyo menemui massa. Hanya saja, dia memilih irit berbicara dan tidak bisa menjawab semua tuntutan pendemo.

“Kami tidak bisa menyampaikan siapa pemenangnya, karena sampai sekarang evaluasi ulang masih berjalan. Bisa saja yang menang akan tetap menang dan yang kalah juga bisa menang. Tapi yang jelas kami akan bekerja secara profesional,” ujar Indra Sulistyo.

Penulis : Zainal Abidin
Editor : Heru