LINGKUNGAN

Pasca Survei Pengeboran Ekplorasi Hidayat -1, Tujuh Rumpon Nelayan di Banyuates Hilang

140
×

Pasca Survei Pengeboran Ekplorasi Hidayat -1, Tujuh Rumpon Nelayan di Banyuates Hilang

Sebarkan artikel ini
Sejumlah nelayan di Desa/Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang yang mengaku kehilangan rumpon.

PETAJATIM.co, Sampang – Survei lokasi rencana pengeboran sumur eksplorasi hidayah-1 yang dilakukan Petronas Carigali (PC) North Madura II Ltd di lepas Pantai utara (Pantura) Kabupaten Sampang telah selesai. Sedikitnya ada tujuh rumpon milik nelayan di Desa/Kecamatan Banyuates hilang pasca survei tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun. Tujuh rumpon yang hilang itu merupakan milik lima orang nelayan di Desa Banyuates. Rinciannya, dua rumpon milik nelayan atas nama Luddin, dua rumpon milik Jamal dan sisanya tiga rumpon milik Sulhan, Seli dan Sakur.

Ketua Kelompok Nelayan Dewa Suci Luddin menuturkan bahwa, Selama ini nelayan di desanya sering kehilangan rumpon yang ditanam di tengah laut. Biasanya benda itu hilang karena terseret kapal besar atau karena tersangkut jaring ikan milenium.

Namun untuk hilangnya rumpon yang sekarang. Ia dan nelayan yang lain menyakini jika hal itu dikarenakan kapal survei Petronas yang melakukan pembersihan di lepas pantai Banyuates beberapa hari lalu.

“Sebelum pembersihan lokasi rumpon kami masih ada dan aman. Setelah pembersihan kami cek lagi ternyata rumpon sudah tidak ada,” tuturnya, Kamis (22/10/2020).

Ia bersama nelayan lain sudah melaporkan persoalan rumpon hilang kepada pemerintah desa setempat. Harapannya ada kompensasi atau ganti rugi dari perusahaan Petronas kepada nelayan.

“Biaya membuat rumpon mahal. Untuk satu rompon itu bisa menghabiskan dana Rp 1,5 – 2 juta,” katanya.

Luddin mengatakan, Tahun lalu rumpon miliknya hilang akibat kapal Petronas yang tengah melakukan eksplorasi migas di Kecamatan Ketapang. Pada saat itu ia mendapatkan ganti rugi uang sebesar Rp 2 juta untuk satu rumpon.

“Nelayan yang banyak memiliki rumpon itu nelayan dari Desa Nepa kecamatan Banyuates. Kalau di desa ini tidak banyak yang punya rumpon,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa Banyuates Hj. Nurul Hasanah mengaku, pihaknya sudah menerima laporan dari sejumlah nelayan di desanya yang mengaku kehilangan rumpon akibat kapal Petronas yang melakukan survei dan pembersihan lokasi rencana pengeboran sumur eksplorasi hidayah-1.

Setelah dilakukan pendataan dan validasi di lapangan. Diketahui ada tujuh rumpon yang hilang. Data tersebut sudah diserahkan ke Kecamatan untuk diajukan ganti rugi. Sementara untuk nominal uang yang akan diterima nelayan dirinya tidak tahu.

“Yang jelas koordinasi dengan Kecamatan sudah dilakukan. Informasinya nanti akan ada pertemuan dengan pihak Petronas. Kami akan perjuangkan semua warga yang terdampak. Baik nelayan, pedagang maupun pengolah ikan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Banyuates Fajar Sidik memilih irit berkomentar. Alasannya, karena sampai saat ini pihaknya belum menerima data terkait dengan jumlah rumpon milik nelayan di Desa Nepa yang hilang karena pembersihan lokasi rencana pengeboran sumur eksplorasi hidayah-1.

“Mohon maaf mas saya belum bisa berkomentar banyak tentang itu. Kalau nanti data sudah valid, pasti akan dirilis dan umumkan di kantor Kecamatan,” tutup Fajar

Penulis : Zainal Abidin
Editor : Heru