OLAHRAGA

Pembebasan Lahan Stadion Olah Raga di Camplong Telan Dana Rp 33,6 M Tuntas

215
×

Pembebasan Lahan Stadion Olah Raga di Camplong Telan Dana Rp 33,6 M Tuntas

Sebarkan artikel ini
Bupati Sampang H Slamet Junaidi saat menyerahkan ganti rugi pembebasan lahan stadion olah raga.

PETAJATIM.co, Sampang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang berhasil menuntaskan pembebasan lahan yang akan direncanakan pembangunan stadion sepakbola baru di Desa Sejati Kecamatan Camplong dengan menelan dana APBD total mencapai Rp 33,6 miliar.

Bupati Sampang, Slamet Junaidi mengatakan, setelah pembebasan lahan rampung, maka pihaknya akan menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, agar di tahun depan Detail Engineering Design (DED) dapat diselesaikan.

“Kami Sangat bersyukur pembebasan lahan sudah selesai. Mudah-mudahan ditahun selanjutnya kami akan mendapatkan kucuran dana dari pusat untuk pembangunan stadion tersebut,” paparnya, Jumat (13/11/2020).

Lanjut H Idi sapaan akrabnya,  program pembangunan ini adalah harapan semua masyarakat dan pecinta olahraga di Sampang. Mengingat selama ini hanya kota bahari ini satu-satunya kabupaten di Madura yang belum mempunyai stadion yang representatif.

Namun, karena terkendala keterbatasan anggaran daerah, sehingga pembebasan lahan di Desa Sejati dan Desa Batu Karang dilakukan selama tiga tahap dalam jangka waktu dua tahun.

“Kami berterima kasih kepada pemilik lahan karena memberikan atensi positif dengan melepas tanahnya untuk pembangunan stadion,” ucapnya.

Seperti yang disampaikan, Kabid Olahraga Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang, Ainur Rofiq menyampaikan terkait anggaran yang digunakan untuk melakukan pembebasan lahan tahap tiga atau terakhir sebesar Rp 8,6 miliar dengan luas lahan 30 hektare.

“Untuk lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan stadion sepak bola idealnya sekitar 10 hektar,” ungkapnya.

Pembebasan lahan tahap pertama sudah dilakukan oleh Pemkab Sampang pada akhir 2019 dengan luas tanah 3,6 hektar, menghabiskan anggaran Rp 14 miliar.

Tahap ke dua dilakukan pada awal 2020 dengan jumlah lahan 3,4 hektar, menghabiskan anggaran Rp 11 miliar.

Penulis : Tricahyo
Editor : Heru