BREAKING NEWS

Pengungsi Korban Kerusuhan Wamena Asal Sampang, Dipulangkan Ke Kampung Halamannya

25
×

Pengungsi Korban Kerusuhan Wamena Asal Sampang, Dipulangkan Ke Kampung Halamannya

Sebarkan artikel ini
Salah seorang pengungsi asal Sampang korban kerusuhan wamena sedang mendapatkan penanganan medis di Dinas Sosial Sampang

petajatim.co, Sampang – Konflik di Wamena Papua yang memakan korban jiwa serta menimbulkan kerusakan dan terbakarnya sejumlah bangunan. Ternyata juga berimbas terhadap nasib para pendatang asal Sampang yang mencari nafkah di pulau paling timur Indonesia.

Tercatat 34 orang terpaksa dipulangkan ke kampung halamannya karena situasi keamanan yang tidak memungkinkan. Para pengungsi yang baru tiba di Kantor Dinas Sosial Sampang tersebut, terlihat kondisinya masih tertekan setelah mengalami kerusuhan berdarah di Papua.

Romli petugas Dinas Sosial Jawa Timur yang mendampingi pengungsi menyampaikan, sebelum dikembalikan ke kampung halamannya masing-masing, semua pengungsi yang berasal dari Jawa Timur sempat ditemui Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

“Ibu Gubernur memberikan tali kasih dan dukungan moril agar para pengungsi tetap kuat dan tabah menghadapi musibah kemanusiaan tersebut,” ujar Romli, Minggu (29/9/2019) dini hari.

Ia menambahkan, sebenarnya pengungsi asal Sampang 34 orang tapi 6 orang langsung di jemput keluarganya di Surabaya, sedangkan 4 orang di bawa ke Mojokerto. Sehingga total yang di terdata dan ditangani Dinsos sebanyak 24 orang.

Sekda Sampang, Yuliadi Setiawan, menegaskan, agar Dinsos menangani secara baik bagi para pengungsi korban kerusuhan Papua tersebut. Karena secara psikis mereka baru saja mengalami trauma menyaksikan peristiwa itu.

“Kebanyakan para pengungsi asal Kecamatan Omben sudah dijemput oleh Kepala Desa (Kades) masing-masing. Sebelumnya kondisi kesehatannya sudah diperiksa pihak medis sejauh ini tidak ada

Sementara itu raut wajah kesedihan terpancar dari Mad Safik. salah satu korban kerusuhan asal Omben. Ia menceritakan, sudah beberapa tahun ia mengadu nasib di Wamena sebagai sopir. Namun semua harta benda hasil jerih payahnya ludes terbakar oleh massa yang mengamuk pada saat unjuk rasa yang berujung rusuh tersebut.

“Harta benda yang saya kumpulkan dari hasil keringat sebagai sopir ludes tak tersisa. Untungnya nyawa saya masih bisa diselamatkan oleh aparat keamanan hingga bisa kembali ke kampung halaman,” tuturnya dengan nada sedih.

Turut menyambut kedatangan pengungsi korban kerusuhan Wamena yakni Kadis Sosial Amirrudin, Dandim 0828 Letkol Czy Ari syarial, Waka Polres Sampang Kompol H Suhartono, (tricahyo/her)