PERTANIAN

Petani Sampang Menjerit, Harga Tembakau 2020 Anjlok

131
×

Petani Sampang Menjerit, Harga Tembakau 2020 Anjlok

Sebarkan artikel ini
Tanaman Tembakau di Desa Patarongan, Kecamatan Torjun , Sampang.

PETAJATIM.co, Sampang – Para petani tembakau khususnya di Kabupaten Sampang menjerit dengan musim panen tembakau tahun ini, pasalnnya dimusim panen tahun ini harga jual tembakau sangat murah , sehingga antara biaya tanam dan hasil penjualan panen tidak sesuai harapan.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu petani tembakau , Abdul asal Desa Patarongan , Kecamatan Torjun menyampaikan, untuk musim panen tembakau tahun ini sungguh sangat mengecewakan dan jauh dari harapan, harga tembakau tahun ini cenderung murah dan harganya anjlog tidak seperti panen tahun sebelumnya.

“Kami petani tembakau sangat berharap harga tembakau bisa tinggi, namun pada kenyataannya harga tembakau harganya anjlog. Kami mengandalkan pertanian tembakau 1 tahun sekali dan bertani tembakau sebagai produk pertanian unggulan dan harapan mendapatkan pundi pundi rupiah jauh lebih baik dari menanam tanaman lainnya,”terangnya.

Untuk kualitas panen tembakau tahun ini jauh lebih baik dari tahun kemarin, namun hal itu bertolak belakang dengan situasi saat ini harga tembakau anjog dan murah.

“Kami sudah terdampak pandemi Covid 19 dan menaruh harapan besar dari hasil panen tembakau, tapi kenyataannya harga tembakau tahun ini benar benar mengecewakan . Kami mohon kehadiran Pemerintah Kabupaten Sampang bisa memperjuangkan nasib petani tembakau untuk mengupayakan harga jual tembakau tinggi,”harapnya.

Sementara itu Kasi Bina Usaha Perdagangan dan Produksi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang, Adil mengatakan, bahwa saat ini sebagian sudah memasuki musim panen tembakau, namun, berdasarkan monitoring yang dilakukannya belakangan ini di lapangan, harga tembakau sangat anjlok.

Untuk musim ini harga tembakau jenis biasa di hargai hanya Rp. 14.000 per kilogram sedangkan, harga standardnya Rp. 30.000 per kilogram.

“Untuk jenis tembakau kualitasnya lebih bagus yakni, tembakau gunung dihargai 32.000 per kilogram, harga standardnya sekitar Rp. 50.000,” paparnya.

Harga tembakau menjadi murah disebabkan , karena pada musim panen kali ini hanya ada satu pabrik yang membeli tembakau milik petani di Sampang, yakni dari Gudang Garam.

Sedangkan, di musim sebelumnya, malah sampai ada tiga pabrik yang membeli diantaranya, Sampoerna, Bentoel, dan Clasmild.

“Saya kurang tahu sejumlah gudang itu tidak membeli, apakah karena tutup akibat pandemi atau seperti apa, saya tidak tahu. Untuk lebih jelasnya akan mencari informasi lebih lanjut ,” pungkasnya.

Penulis : Tricahyo
Editor : Heru