KESEHATAN

Dinkes Sampang : Nakes Puskesmas Ketapang Tak Pingsan Usai di Vaksin Tapi Hanya Lemas

468
×

Dinkes Sampang : Nakes Puskesmas Ketapang Tak Pingsan Usai di Vaksin Tapi Hanya Lemas

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan KB Kabupaten Sampang Agus Mulyadi.

PETAJATIM.co, Sampang – Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang memberikan klarifikasi terkait dengan tenaga kesehatan (nakes) bidan di Puskesmas Ketapang yang dikabarkan pingsan usai disuntik Covid-19 pada Sabtu (06/02/2021).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan KB Sampang, Agus Mulyadi mengatakan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Ketapang tentang kejadian yang dialami nakes pasca disuntik vaksin.

Hasil keterangan dari pihak terkait menyebutkan bahwa, saat pasien dibawa ke Puskesmas masih sadar, namun kondisinya memang lemas dan suhu badannya panas tinggi. Sehingga terpaksa dilakukan tindakan infus dan dibantu selang oksigen.

“Sebenarnya kondisi pasien tidak sampai pingsan, hanya mengalami keluhan ringan saja yakni badannya lemas. Tapi sama orang-orang di sana dianggapnya pingsan,” bantah Agus, Senin (08/02/2021).

Sementara itu Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes dan KB Sampang Yuliono menjelaskan, bahwa kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) seperti pusing dan lemas setelah disuntik vaksin kemungkinan bisa terjadi dan dialami oleh penerima vaksin.

Namun, kategori gejala seperti itu tergolong ringan dan masih bisa ditangani dengan baik. Apalagi petugas yang melakukan vaksinasi atau vaksinator merupakan nakes yang sudah ahli dan profesional dalam menangani masalah kejadian pasca imunisasi atau vaksinasi

“Ada serangkaian syarat yang akan dilalui sebelum dilakukan vaksinasi terhadap seseorang. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, gula darah dan tekanan darah. Kalau ada syarat yang tidak dipenuhi maka tidak boleh dilakukan vaksin,” terangnya.

Ia mengatakan, vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunitas. Menurut dia, apabila tubuh memiliki kekebalan, maka dapat mencegah diri dari terinfeksi virus Corona. Hal ini juga dapat mengurangi angka dokter dan tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

Mantan Humas RSUD dr Muhammad Zyn Sampang itu memastikan, vaksin sinovac yang disediakan pemerintah aman karena sudah melalui prosedur penelitian uji klinis yang panjang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, vaksin sinovac telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir dan jangan ragu untuk divaksin,” harapnya

Lebih lanjut, Yuliono menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh sasaran sebelum divaksin Covid-19. Pertama adalah menjaga kesehatan tubuh, kedua makan makanan bergizi dan ketiga jangan terlalu lelah atau capek.

“Makanan yang harus dikonsumsi tidak ada yang khusus. Apa saja asal bergizi dan sebelum divaksin sebaiknya tubuh harus bugar dan segar. Jangan terlalu lelah atau capek. Tidur dan makan cukup,” tandasnya.

Penulis : Zainal Abidin
Editor : Heru